Tuesday, July 20, 2010

Samsung S8000 Jet

Sammsung Jet

Sekarang adalah tahun dimana segala sesuatu dibuat agar terasa lebih mudah dan menyenangkan untuk anda: pesta kolam, film blockbuster, dan gadget terbaru. Samsung S8000 Jet hadir dengan pas dengan menawarkan segala kebolehannya, design yang stylish, entertaining yang menakjubkan, bobot yang ringan serta kenyamanan digenggam. Ini jelas merupakan sesuatu untuk dipamerkan ke teman-teman anda dan membantu anda menikmati dan mengabadikan saat-saat sepanjang perjalanan hidup anda.

Samsung S8000 jet memiliki layar sentuh yang sensitif dan berukuran cukup besar dengan resolusi tinggi dan jernih 800x480 AMOLED Screen, cukup untuk menampilkan dengan jelas gambar ataupun video yang ingin anda tonton. dengan teknologi Touchwiz 2.0 dari samsung menjadikan jempol anda bebas dengan nyaman bermain di atas layar. Memiliki kamera dengan resolusi 5MP dengan video recording resolusi D1 (720x480). Dilengkapi pula dengan wi-fi, GPS

My First Going Up to Distrik Yembun, Tambrauw...Part 2

Hari itu saya bangun cukup cepat setelah tidur di kegelapan yang membuat saya lebih nyenyak, ato mungkin memang hari sebelumnya sungguh melelahkan. Hari ini adalah jumat, tanggal 18 juni 2010, rencananya siang ini setelah solat jumat saya akan melanjutkan perjalanan menuju distrik yembun, tempat penugasan PTT-ku.

Pagi di mega udara terasa sejuk, desiran air laut terdengar tiada henti, dan anak-anak serta remaja sudah memulai aktivitasnya untuk bermain, mandi, menaiki perahu dengan dayungnya untuk memancing. Sambil ngobrol dengan jefry dan dikelilingi anak-anak kecil yang berlarian, saya duduk di sebuah batang pohon di pinggir laut sambil menikmati suasana kampung pesisir pantai ini.

Di Mega, terdapat beberapa sumur mata air, dan rata-rata penduduk juga telah membuat MCK masing-masing di luar rumahnya, sehingga pagi itu saya bisa mandi dengan nyaman. Setelah mandi, saya sempatkan bermain dengan anak-anak sekitar dan berfoto-foto bersama mereka hingga waktu solat jumat pun tiba.
Setelah solat jumat, rencana kami akan pergi ke yembun yang berjarak sekitar 38 KM masuk ke gunung dari Mega dengan menumpang truck logging perusahaan di sana. Namun ternyata ada keadaan tidak semulus yang sudah kami rencanakan.

Di Mega sudah cukup banyak muslim, karena daerah ini banyak pendatang, kegiatan perdagangan pun terjadi disini, banyak warung yang menjual kebutuhan sehari-hari dan bensin/minyak seharga Rp.10.000/lt. Setelah solat jumat, saya dan kak Ardhie (perawat di puskesmas Mega) sedang berjalan pulang menuju rumah dinas ka ardhie tempat saya menaruh barang-barang ketika terdengar suara teriakan anak kecil di belakang. Kami berdua menengok dan berusaha memahami apa yang terjadi karena pemandangan hanya menunjukkan seorang anak yang menangis,teriak, dengan ayahnya yang tiba-tiba turun dari motor dengan sama bingungnya. Setelah si ayah menggotong anaknya, dia tersadar lalu lari menghampiri kami dan meminta tolong. Setelah saya perhatikan, ternyata jempol kaki anak ini sudah terputus sebagian

Monday, July 12, 2010

Sekadar Melepas Kejenuhan di Weekend Hari Hari Sorong-ku..

Sudah 2 minggu berlalu sejak saya ‘turun’ dari Yembun dan kembali ke kontrakan di kota Sorong. Saya sudah mulai jenuh dengan tidak adanya kerjaan di sini, maka saya berencana weekend akan jalan-jalan kembali mengunjungi tempat-tempat menarik di Sorong.

Setelah mengajak teman sejawat yang tinggal satu kontrakan selama 1 hari, saya menyerah, mereka masih kecapean setelah melaksanakan baksos di hari sebelumnya ke suatu distrik criteria S.T (Sangat Terpencil) nya kabupaten Sorong, yaitu DIstrik Klawak yang ditempuh menggunakan mobil semacam strada atau ranger selama 4-5 jam dengan jalanan yang buruk (maklum, mereka sejak tiba di papua blm sama sekali merasakan bepergian ke daerah terpencil dan ‘ngendok’ dirumah lebih dari 1,5 bulan sehingga komentarnya macem-macem,dari yang badan mau remuk, muntah,kapok,dsb,hehe,padahal distrik penugasan sejawat Tambrauw ku ini jauh lebih parah dari Klawak, entah kapan mereka akan ‘naik’,karena pihak dinkes juga tidak jelas). So..pergilah saya sendirian.

Pulau Doom

Perjalanan di mulai dari kontrakan di KM.10, tepatnya di KPR POLRI. Tujuan saya adalah Pulau Doom. Dari depan gang, saya naik taksi (angkot kalau di jawa) kuning jalur H, turun di terminal. Di Kota, semua taksi yang lalu lalang berwarna kuning dengan jalur yang berbeda-beda, dengan tariff jauh dekat Rp.2500-Rp.3000. Kalau ada yang berwarna biru, maka itu taksi yang keluar kota. Dari terminal saya melanjutkan menaiki taksi jalur B dan turun di pelabuhan altedom yang terletak paling dekat dengan tembok berlin